Terjemahan Sapiens hal. 27-29

(sapiens masa meramu dan mengumpulkan)


Di bab sebelumnya, kita melihat bahwa walaupun Sapiens sudah menempati Afrika Timur 150 ribu tahun lalu, mereka mulai menempati keseluruhan daratan planet, dan juga mendorong spesies manusia lain ke ambang garis kepunahan di 70 ribu tahun lalu. Di era invasi, walaupun para Sapiens purba ini secara fisik sudah sangat sama persis dengan rupa manusia modern sekarang, dan ukuran otak kita sama, mereka tidak merasakan perbedaan hidup yang mencolok dibanding spesies manusia yang lainnya, tidak membuat perkakas-perkakas canggih, atau pun memenangkan prestasi membanggakan satupun.

(ilustrasi sapien bertarung melawan neanderthal)


Pada faktanya, perselisihan pertama yang tercatat yang terjadi pada Sapiens dan Neanderthal, mencatat bahwa Sapiens mengalami kekalahan. Sekitar 100 ribu tahun yang lalu, beberapa kelompok Sapien bermigrasi ke arah utara menuju Levant, dimana levant merupakan daerah teritori Neanderthal, tapi usaha mereka untuk menginvasi gagal. Hal tersebut bisa disebabkan berbagai macam faktor, misalnya keengganan spesies penghuni asli untuk menyambut dengan baik spesies pendatang, kondisi iklim yang buruk, atau bisa juga organisme-organisme parasit yang mengancam kehidupan, dimana kita tahu bahwa mereka belum familiar untuk parasit di tempat baru tersebut.


(struktur otak)

Catatan tipis ini cukup menjelaskan bahwa ada bagian spesifik internal dari otak Sapiens purba dibandingkan dengan otak Sapiens modern kita sekarang. Mereka memang terlihat mirip dan sama dengan kita, api kapabilitas mereka untuk berkomunikasi, mempelajari dan mengingat hal, masih jauh terbatas. Mengajari mereka bahasa Inggris, menanamkan dogma Kristen, atau membuat mereka memahami teori evolusi mungkin bisa dikatakan sebagai usaha yang nirhasil. Begitu juga sebaliknya, kita kemungkinan besar akan sangat kesulitan untuk memahami bahasa mereka, cara mereka memandang dunia, atau bagaimana cara mereka berpikir. Tapi sekali lagi, itu ketika Sapiens berada di bumi di kurun waktu 150 ribu tahun yang lalu.


(sapiens menguasai bumi)

Maju ke 70 ribu tahun yang lalu, Sapiens berhasil melakukan perubahan super besar yang mencengangkan. Mereka bukan hanya mengalahkan spesies lain dan mengusir mereka dari Timur Tengah saja, akan tetapi menghabisi keseluruhan spesies manusia lain dari muka bumi.  Dalam jangka waktu yang super cepat, Sapien berhasil menapaki Eropa dan Asia Timur. Sekitar 45 ribu tahun yang lalu, entah bagaimana mereka berhasil menyebrangi laut lepas dan mendarat di Australia, benua yang sebelumnya sama sekali belum tersentuh spesies manusia manapun. {periode 70 ribu tahun yang lalu hingga 30 ribu tahun lalu, menjadi masa ditemukannya perahu sederhana pertama, lampu minyak pertama, panah pertama, serta jarum pertama (benda esensial untuk menjahit pakaian Sapiens kala itu.) Penemuan karya seni pertama juga tercatat pada kurun waktu ini: Stadel Lionman, bukti kuat terbentuknya agama, perdagangan dan status sosial.


(patung manusia singa, bukti pertama seni, spiritualitas, dan kasta sosial)


Hampir seluruh riset mengatakan bahwa penemuan yang tidak terduga ini merupakan tombak awal berkembangnya revolusi kognitif Sapien. Ilmuwan mempertegas bahwa spesies manusia yang menginvasi Australia, mendorong Neanderthal dalam jurang kepunahan, dan juga membuat Patung Stadel Lion Man, merupakan spesies yang sama cerdasnya dengan kita, umat modern di masa ini. Jika kita bisa memutar waktu,  bertemu dan berbincang dengan pemahat patung Stadel Lion, maka kita kemungkinan besar mampu mempelajari bahasa yang mereka gunakan, dan begitu juga sebaliknya. Kita bisa saja menjelaskan apapun yang telah kita ketahui (petualangan ALice in Wonderland, paradoks dari fisika kuantum-pun mereka bisa mengajari kita, bagaimana cara mereka melihat dunia, cara mereka memandang kehidupan.)


(sapiens modern vs sapiens purba)
(yang ini ngedit sendiri wle)


Kemunculan cara baru dalam berpikir dan berkomunikasi di era tersebut, membentuk konstitusi Revolusi Kognitif. Apa penyebabnya? Kita tidak tahu pasti. Teori yang paling banyak dipercaya menjawab bahwa terjadi mutasi genetik secara tidak sengaja dalam balutan jaringan sel saraf Sapien pada saat itu, mengkapabilitasi mereka untuk berpikir dengan cara yang sama sekali baru, dan juga mengkoordinasikan keseluruhan bahasa yang telah mereka ketahui untuk kemudian digunakan untuk komunikasi yang lebih efektif dan efisien. Kami menyebutnya mutasi Pohon Pengetahuan. Tapi mengapa mutasi tersebut hanya muncul di Sapien dan bukan di Neanderthal? Sejauh yang kita tahu, ini murni merupakan konsekuensi dari keacakan, kesempatan yang tidak sengaja terbentuk. Tapi poin yang lebih penting untuk dipertanyakan adalah, apa konsekuensi dari munculnya mutasi Pohon Pengetahuan? Apa yang istimewa dari bahasa yang digunakan Sapien untuk menaklukan seisi bumi?


Bahasa yang digunakan Sapien bukanlah bahasa pertama yang digunakan oleh organisme bumi. Semua binatang memiliki beberapa jenis bahasa mereka masing-masing. Bahkan serangga, seperti halnya lebah dan semut, tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan cara yang mengagumkan, menginformasikan koloninya dimana mereka bisa mendapatkan makanan. Jadi bahasa Sapien bukanlah bahasa paling awal. Pun banyak binatang, seperti spesies kera dan monyet, memiliki bahasa vokal mereka sendiri. 


Chlorocebus sabaeus

Sebagai contohnya, monyet hijau menggunakan beberapa jenis panggilan untuk berkomunikasi. Zoologist telah mengidentifikasi panggilan khusus mereka yang berartikan "Awas! Ada Elang!"" lalu panggilan lain dengan sedikit perbedaan yang memiliki arti "Awas! Ada Singa!". Ketika para ilmuwan tersebut coba membunyikan ulang rekaman seruan pertama ke kelompok monyet hijau tersebut, para monyet secara serentak menghentikan seluruh aktivitas yang sedang mereka lakukan, lalu melihat ke atas dalam emosi ketakutan. lalu ketika ilmuwan membunyikan ulang rekaman seruan yang kedua, seruan peringatan tentang singa, mereka secara gesit memanjat pohon. Sapi bisa memproduksi variasi lebih banyak dai yan kera dan monyet bisa lakukan, tapi paus dan gajah juga bisa melakukan hal yang sama. Seekor burung beo bisa mengulang semua perkataan persis seperti yang Albert Einstein katakan, sebaik ketika mereka menirukan suara dering telepon, pintu yang dibanting, ataupun bebunyian sirine. Lalu sebenarnya apa spesialnya bahasa kita?


Jawaban paling masuk akal dan secara saintifik bisa diterima adalah bahwa kita, berbahasa dengan cara yang amat supel, fleksibel. Kita bisa menggabungkan jumlah suara dan sinyal yang terbatas, dan kemudian menghasilkan kalimat yang jumlahnya tak terbatas, berikut dengan arti yang berbeda beda di tiap bahasa dan jenis pengucapannya. Kita mampu dan kapabel untuk mencerna, menyimpan dan mengkomunikasikan seabrek informasi tentang seisi dunia. Seekor monyet hijau bisa saja memberi tahu spesies sekelompoknya dan berseru "Awas! Ada singa!" Akan Tetapi spesies manusia modern dapat memberitahu temannya bahwa pada pagi ini, di dekat bibir sungai, dia melihat seekor singa yang sedang membuntuti bison. Dia kemudian bisa mendeskripsikan secara rinci lokasi yang dimaksud, termasuk jalur alternatif menuju ke sana. Dengan informasi serinci ini, anggota kelompoknya bisa berdiskusi bagaimana cara mereka untuk mengusir singa tersebut, kemudian memburu si bison.



Teori kedua didapatkan bahwa keterampilan berbahasa Sapiens bertambah seiring luasnya pengetahuan mereka akan dunia dan bagaimana cara mereka berbagi informasi tersebut. Hal yang paling penting justru bukanlah pengetahuan mengenai singa dan bison, akan tetapi mengenai manusia itu sendiri. Yap, keterampilan berbahasa manusia berkembang dengan cara bergosip. Merujuk pada teori ini, Sapien pastilah merupakan makhluk sosial. Kooperasi sosial merupakan kunci spesies kita untuk sintas dan bereproduksi. Tidaklah cukup bagi sepasang sejoli Sapien wanita dan laki-laki mengetahui informasi mengenai singa dan bison, tapi penting bagi mereka untuk mengetahui siapa yang paling dibenci di kelompok mereka, siapa tidur dengan siapa, siapa yang jujur dan siapa si tukang selingkuh.



Komentar

Postingan Populer